Total Tayangan Halaman

About Me

Foto saya
Cilincing Jakarta utara, DKI Jakarta, Indonesia
Hi, it's me,! my name is ANDA and I am a student from SMK 36 Jakarta, the field of fisheries expertise. This blog is about my personal life and my favorite post , fishery,tourism and more. You can find me on Facebook, Multiply, Posterous, and Friendster. Read more about me.

Jumat, 07 Mei 2010

Klasifikasi dan Jenis Ikan Lele

Ikan Lele (Clarias) adalah marga (genus) ikan yang hidup di air tawar. Ikan ini mempunyai ciri-ciri khas dengan tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta mimiliki sejenis kumis yang panjang, mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini sebenarnya terdiri atas berbagai jenis (spesies). Sedikitnya terdapat 55 spesies (jenis) ikan lele di seluruh dunia.

Ikan-ikan marga Clarias ini dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan siripanus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.


Nama-nama Ikan Lele
Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila Lele di Indonesia mempunyai banyak nama daerah. Antara lain (jika ada yang terlewat, silahkan sobat ikut menambahkan):

Ikan Kalang (Sumatra Barat)
Ikan Maut (Gayo dan Aceh)
Ikan Kalang Putih (Padang)
Ikan Duri (Sumatera Selatan)
Ikan Sibakut (Karo)
Ikan Pintet, ikan Kaleh (Kalimantan Selatan)
Ikan Penang (Kalimantan Timur)
Ikan Keling (Makassar)
Ikan Cepi (Sulawesi Selatan)
Ikan Lele, Wais, dan Lindi (Jawa Tengah)
Ikan Wiru (Jawa Barat)
Sedang di negara lain dikenal dengan nama Keli (Malaysia) Mali (Afrika), Plamond (Thailand), Gura Magura (Srilangka), Ca Tre Trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula Catfish, Siluroid, Mudfish dan Walking Catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani “chlaros”, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Spesies Ikan Lele
Sedikitnya terdapat 55–60 spesies anggota marga Clarias diseluruh dunia. Dari jumlah itu, di Indonesia kini diketahui belasan spesies lele, beberapa di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir. Berikut ini adalah daftar jenis (spesies) Ikan Lele menurut Ferraris (2007), yang terdapat di Indonesia.

Clarias batrachus (Linnaeus, 1758). Disebut juga Lele kampung, Kalang, Ikan Maut, Ikan Pintet. Menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Disebut sebagai Lele Dumbo (King Catfish). Menyebar luas di Afrika dan Asia Kecil, kini diternakkan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Clarias insolitus (Ng, 2003). Endemik di aliran Sungai Barito, Kalimantan.
Clarias intermedius (Teugels, Sudarto & Pouyaud, 2001). Endemik di Kalimantan Tengah, di antara Sampit dengan Sungai Barito.
Clarias kapuasensis (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik di Kalimantan Barat, di sekitar aliran Sungai Melawi dan Kapuas.
Clarias leiacanthus (Bleeker, 1851). Endemik di Kalimantan Barat, di aliran Sungai Kapuas.
Clarias meladerma (Bleeker, 1846). Disebut juga dengan Wiru, Wais, Ikan Duri, atau Lele Hitam. Terdapat di lembah Sungai Mekong, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Filipina.
Clarias microstomus (Ng, 2001). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam dan Kayan.
Clarias nieuhofii (Valenciennes, 1840). Disebut juga dengan Limbat, Lembat. Terdapat di Sumatra, Kalimantan, India, Filipina, Thailand, dan pesisir Kamboja, serta kemungkinan di sisi Pegunungan Cardamom di arah Sungai Mekong.
Clarias nigricans (Ng, 2003). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam.
Clarias olivaceus (Fowler, 1904). Endemik di Sumatera Barat, di sungai-sungai dataran tinggi.
Clarias planiceps (Ng, 1999). Disebut juga sebagai Lele Kepala-pipih. Endemik Kalimantan. Habitatnya meliputi hulu Sungai Rajang dan Kapuas, Kalimantan Barat, serta Sungai Kayan, Kaltim.
Clarias pseudoleiacanthus (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik Kalimantan.
Clarias pseudonieuhofii (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2004). Endemik Kalimantan Barat, pada sistem Sungai Kapuas bagian hulu.
Clarias teijsmanni (Bleeker, 1857). Dinamakan juga sebagai Lele Kembang. Menyebar di sekitar aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, dan Jawa.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: tinopterygii. Ordo: Siluriformes. Famili: Clariidae. Genus: Clarias (Scopoli, 1777)

Sinonim: Chlarias (Scopoli, 1777). Macropteronotus (La Cepède, 1803). Clarias (Cuvier, 1816). Cossyphus (M’Clelland, 1844). Phagorus (M’Clelland, 1844). Dinotopteroides (Fowler, 1930). Prophagorus (Smith, 1939). Anguilloclarias (Teugels, 1982). Brevicephaloides (Teugels, 1982). Clarioides (Teugels, 1982). Platycephaloides (Teugels, 1982)

Referensi:

id.wikipedia.org/wiki/Lele
www.geocities.com/yasmuipsht6/jenis-lele
Suyanto, SR. 1991. Budidaya Ikan Lele. Penebar Swadaya. Jakarta.
Gambar:

http://aaheroe.info/wp-content/uploads/2008/11/485281_lele.jpg
id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Clarias_batrachus.jpg
Baca Juga:

Menonton Kepunahan Hiu Tutul
Satwa Indonesia yang Dilindungi
Tarsius Binatang Unik dan Langka
Ikan Siluk Merah, Satwa Pesona Nusantara
Kanguru Indonesia Di Papua
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar Catatan

Rabu, 14 April 2010

REVIEW FILM MY NAME IS KHAN


March 1st, 2010 by admin Leave a reply »





Film dimulai saat seorang anak, Rizwan Khan (Tanay Chheda), seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibunya (Zarina Wahab) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shahrukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisko dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia jatuh cinta kepada (Mandira kajol). Mereka menikah dan memulai usaha. Setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi, mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan diberbagai negara bagian di Amerika.
Ringkasan Cerita :
Bagaimana jika tiga komponen; kisah cinta, Islam, dan sindroma Asperger (sejenis autis) dipersatukan dalam sebuah rangkaian cerita menawan? Hasilnya My Name Is Khan!

Ini sebuah film India teranyar besutan Bolywood yang saat ini tengah beredar di bioskop-bioskop dunia, termasuk di Tanah Air, yang layak bersanding (bertanding?) dengan keperkasaan Holywood! Saya harus menyebut Shahrukh Khan dan Kajol Devgan, dua bintang yang masing-masing memerankan Rizwan Khan dan Mandira, selain juga sutradara muda Karan Johar, sebagai “nafas” film drama percintaan ini. Perlu diberi catatan, untuk urusan memerankan seorang penderita autis, Shahrukh Khan mampu menyejajarkan diri dengan Tom Hanks yang berperan sebagai Forest Gump dalam film Forest Gump.
Di sisi lain, Kajol adalah aktris berbakat sekaligus memikat, yang mahir memerankan dua keadaan jiwa yang saling bertolak belakang: bahagia dan duka, sedih dan gembira, ceria dan muram. Satu hal, Mandira yang diperankan Kajol mampu memunculkan sikap perempuan India yang tegas, berwibawa, pantang menyerah, tetapi tetap menyimpan cinta yang hangat dan tulus, yang pasti didamba setiap pria manapun di dunia ini .
Meskipun ini film drama percintaan India, jangan harap Anda dapat menemukan tari-tarian dan lagu-lagu India yang biasa bertebaran dalam satu sekuel film India, yang karena budaya inilah membuat film India dicap sebagai “jago kandang”, yang tidak akan mampu menembus pentas Holywood. Boleh jadi secara sadar Karan Johar memangkas tari-tarian itu sampai habis, kecuali pada adegan saat Khan dan Mandira menikah di sebuah kota kecil fiktif di Amerika Serikat. Sedangkan dua theme song utama film ini hanya dijadikan sebagai nyanyian latar saja. Namun demikian, siapapun yang menyukai lagu-lagu India, dua theme song itu, yakni Sajdadan Tere Naina, niscaya akan menggetarkan jiwa Anda! Simak dua video singkat di bawah ini:

Kalimat inilah yang sesungguhnya menjadi titik tekan My Name Is Khan. Kalimat yang dilontarkan Rizwan Khan saat hendak menemui Presiden Amerika Serikat, kalimat yang diucapkan Rizwan Khan sambil mengangkat tangan di antara ribuan massa penyambut presiden, yang kemudian tertangkap kamera dan disiarkan televisi ke seantero dunia. Sebuah kalimat yang mengantarkan Khan ke penjara khusus para teroris dan Khan disiksa habis-habisan di sini, sebelum kemudian dia dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.
Adegan ini mengajarkan pula kepada para jurnalis televisi bagaimana membuat dan menciptakan sebuah berita (baca cerita) menawan dan penting dari “seseorang” yang tak bermakna seperti Rizwan Khan. Benar, kedatangan presiden AS di sebuah wilayah akan menjadi berita… tetapi ya cuma itu saja, dan semua stasiun televisi akan memberitakannya secara seragam. Jurnalis yang baik, ulet dan pantang menyerah, membuat gempar Amerika dan seluruh dunia hanya dengan mengolah gambar dan ucapan Rizwan Khan, “My name is Khan, and I’m not a terrorist!”
Sebagai penderita sindroma Asperger, Rizwan Khan kecil (diperankan Tanay Chheda) yang berasal dari keluarga kelas menengah Muslim India, menyadari kelebihan sekaligus kekurangannya itu. Dua “dunia” yang bersemayam dalam tubuhnya. Kelebihannya, ia menjadi anak yang supercerdas yang mampu menuliskan perasaannya dengan detail. Secara motorik dan logika, ia mampu mereparasi mesin rusak apapun sampai menjadi berfungsi kembali. Kekurangannya, ia tak mampu mengekspresikan kehebatannya kepada setiap orang, bahkan kepada ibunya sendiri (diperankan Zarina Wahab). Ia menjadi terisolir dan terusir dari kelompok sosial manapun. Rizwan hidup dalam dunianya sendiri, dunia yang dikembangkannya sendiri.






Sebagai penderita sindroma Asperger, Rizwan Khan takut akan warna kuning dan suara bising. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kerap ia menjadi pusat kekerasan bagi anak-anak bandel yang merasa penampilan Rizwan aneh. Ibunya selalu mengajarkan, di dunia ini hanya ada dua jenis manusia: manusia baik yang selau berbuat baik, dan manusia jahat yang selalu berbuat jahat. Hanya manusia. Bukan agama!
Sebagai sebuah negara yang pernah terkoyak karena kerusuhan horisontal antara Muslim dan Hindu, film ini menjadi sensitif karena “bekas kerusuhan” itu masih belum pupus dalam sebagian benak orang India. Namun Rizwan Khan yang Muslim justru menikahi Mandira yang Hindu, yang ditentang habis oleh adik Khan sendiri. Terlebih lagi ketika Islam menjadi bahasan tersendiri dan menempati banyak porsi pasca peristiwa WTC, film ini menjadi perhatian dunia karena ingin menghapus cap Islam sebagai teroris yang diterakan dunia Barat. Ada derita Muslim Amerika yang baru tergambar setelah peristiwa WTC itu, meski diwakili Muslim India di Amerika. Rizwan Khan mencatat, sebelumnya dunia mengenal patokan tahun sebelum masehi (BC) dan tahun sesudah masehi (AD), “Sekarang ada 9/11.” Tidak lain merujuk pada penanda awal penderitaan sebagian Muslim pasca peristiwa WTC itu.
Cerita bergaya flash back bergulir cepat berdasarkan catatan harian Rizwan Khan. Misalnya bagaimana Khan saat mendapat sponsor dari adiknya untuk pergi ke Amerika Serikat diperlakukan sebagai seorang teroris di bandara hanya karena dia seorang backpacker yang berpenampilan aneh, yang selalu meremas-remas batu di tangannya. Khan yang membantu adiknya berjualan kosmetik dan masuk ke salon-salon sehingga kemudian bertemu Mandira yang menawan di sini, Mandiri janda beranak satu yang kelak dinikahinya. Saya pribadi, mungkin penonton lainnya, terkesan dengan adegan dimana Khan dengan peci haji sedang khusuk sembahyang sementara Mandira menyiapkan prosesinya sendiri menurut keyakinannya, Hindu.
Inti film ini tetaplah kisah cinta, bukan persoalan perkawinan beda agama, bukan pula soal teroris. Benar ada adegan “sensitif” dimana di sebuah masjid Khan berani menolak dan menentang ajakan ustadz Faisal Rahman (diperankan Arif Zakaria) yang memanasi jamaah mesjid melakukan jalan kekerasan dengan merujuk sebuah ayat. Khan menentang dan mengatakan bahwa ustadz itu pembohong karena menurut keyakinannya yng tidak pernah bohong adalah ayat dalam Al Qur’an itu! Ucapan Khan membuat geram Faisal karena sebagian besar jamaah justru meyakini kebenaran ucapan Khan. Di Akhir cerita, seorang teman Faisal menikam Khan karena dianggap “menyimpang” dari keyakinan yang dianutnya soal cara jihad.
Bicara soal cinta, tak ada yang menandingi cinta tulus Khan kepada Mandira, cinta yang 100 persen tulus (Anda memilikinya?), karena mungkin kekurangan sekaligus keluguan Khan sebagai penderita Sindroma Asperger. Khan tidak mempersoalkan Mandira yang janda beranak satu dan Hindu pula. Mandira bisa menerima cinta Khan karena anaknya, Sameer (diperankan Yuvaan Makaar), bisa berteman baik dengan ayah tirinya itu. Saat teman-teman Sameer berpaling, Khanlah yang justru menghiburnya. Namun cinta Mandira berubah menjadi kebencian setelah kematian Sameer akibat kekerasan oleh empat anak berandal di sebuah lapangan sepakbola. Mandira menuding gara-gara Sameer membubuhkan nama Khan (berbau nama Islam) menjadi korban pembunuhan.
Polisi sudah angkat tangan mengungkap kasus ini, namun Mandira mengusut dengan caranya sendiri, kendati harus mengangkat poster sendiri di tengah lapangan sepak bola, mencari keadilan. Beruntung, Reese, teman Sameer yang diancam empat anak begajul itu agar tidak membocorkan pembunuhan itu, membongkar rahasia ini meski dengan risiko masuk penjara anak-anak. Reese luluh dengan upaya gigih Mandira mencari keadilan dan meminta maaf kepada Mandira.
Di sisi lain, Mandira merasa bersalah kepada suaminya, Khan, yang kini menjadi petualang demi mendekat kepada Presiden AS untuk meneriakkan “My name is Khan, and I’m not a terrorist!” Ini gara-gara ucapannya sendiri yang keras kepada Khan, ”Kamu jangan diam saja, katakan kepada Presiden Amerika Serikat, bahwa kamu bukan teroris!” Rizwan Khan yang lugu, yang cinta mati kepada istrinya dan ingin benar-benar mengusut pembunuh Sameer dengan caranya sendiri, benar-benar menjalankan perintah istrinya itu sampai benar-benar bertemu Presiden AS terpilih, Barrack Obama (diperankan Christopher B Duncan). Mandira juga melihat di televisi betapa Rizwan Khan dengan kegigihannya menolong korban bencana banjir bandang di Georgia.
Beruntung Mandira lekas sadar dan melihat sendiri di televisi bahwa suaminya, Rizwan Khan, benar-benar telah melaksanakan perintahnya itu. Khan yang lagu, mengepalkan jarinya sambil merunduk dan berteriak, “My name is Khan, and I’m not a terrorist!” sebelum kemudian polisi meringkusnya!




“Mandira, kau jangan benci Rizwan Khan, sebab dialah satu-satunya orang yang mencintaimu dengan tulus, ia juga sangat mencintai Sameer anakmu,” pesan Haseena, psikolog yang tahu persis penyakit Rizwan Khan. Haseena adalah istri dari adik Rizwan Khan atau adik ipar Mandira. Dari sini, tinggallah Mandira mencari keberadaan Rizwan Khan yang dalam pengembaraannya kadang menjual jasanya dengan mereparasi apa saja, dari mobil mogok sampai televisi rusak. Dari keahliannya itulah Rizwan Khan bisa bertahan hidup di Amerika demi mengejar dan mendekat Presiden AS untuk menyampaikan pesan istrinya, “My name is Khan, and I’m not a terrorist!”
Di balik kisah cinta yang mengharu biru dan menguras air mata ibu-ibu, pesan dari film ini sangat kuat, bahwa Islam bukanlah teroris khususnya pasca pasca 9/11 dan betapa Muslim di Amerika harus menanggung derita tanpa akhir karena selalu dicurigai dalam setiap gerak dan langkah hidupnya.

maaf yee,,, klo kurang lengkap atau ada kesalahan namanya juga manusia
kritik dan saran kirim email ja : anda.fernanda@yahoo.co.id

Sabtu, 27 Maret 2010

Nama-nama lele di Nusantara

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia).

Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), ナマズ (Jepang) dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.[1]

Pemerian

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. [2][3][4]

Habitat dan perilaku

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.


Kegunaan

Lele dumbo

Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Produksi di Indonesia

Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.

Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele. Bentuk pengolahan lain adalah dengan diberi bumbu mangut (mangut lele).

Produksi lele budidaya di Indonesia[5]
Tahun Jumlah produksi dalam ton


2004 51.271
2005 69.386
2006 77.272
2007 91.735
2008 108.200

Jenis-jenis lele dan penyebarannya

Ada sekitar 55–60 spesies anggota marga Clarias. Dari jumlah itu, di Asia Tenggara kini diketahui sekitar 20 spesies lele, kebanyakan di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir.[6] Berikut ini adalah daftar spesies menurut Ferraris, 2007.[7]

Clarias batrachus
Lele dumbo yang masih kecil

Jumat, 25 Desember 2009

Alhabib's Blog

Alhabib's Blog

Al-Quran dimata Intelektual Barat

"Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" (QS Al-Baqarah (2):2)

Alquran adalah sumber pengetahuan dan pelajaran bagi umat Islam. Kitab suci ini merupakan mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Muhammad SAW untuk membimbing umat manusia.

Lantas, bagaimana pandangan para intelektual Barat mengenai kitab suci yang diturunkan di bulan Ramadan ini? Berikut beberapa penuturan mereka yang dikutip dari buku Sejarah Alquran karangan Prof Dr Abubakar Aceh dan sumber lainnya:




Maurice Bucaille (19 Juli 1920-1998), ahli bedah Prancis, penulis Bible, Quran, and Modern Science:

Saya menyelidiki keserasian teks Alquran dengan sains modern secara objektif dan tanpa prasangka. Mula-mula, saya mengerti, dengan membaca terjemahan, bahwa Alquran menyebutkan bermacam-macam fenomena alamiah, tetapi dengan membaca terjemahan itu saya hanya memperoleh pengetahuan yang samar (ringkas). Dengan membaca teks Arab secara teliti sekali saya dapat mengadakan inventarisasi yang membuktikan bakwa Alquran tidak mengandung sesuatu pernyataan yang dapat dikritik dari segi pandangan ilmiah di zaman modern ini.

Edward Gibbon (1737-1794), ahli sejarah Inggris:

Alquran adalah sebuah kitab agama, kitab kemajuan, kenegaraan, persaudaraan, kemahkamahan, dan undang-undang tentara dalam agama Islam. Alquran mengandung isi yang lengkap, mulai dari urusan ibadah, ketauhidan, sampai kepada hal yang mengenai jasmani, mulai dari pembicaraan hak-hak dan kewajiban segolongan umat sampai kepada akhlak dan perangai, sampai kepada hukum siksa dunia ini.

Di dalam Alwuran dijelaskan segala pembalasan amal. Alquranlah yang menjadi sumber peraturan negara (bagi umat Islam), sumber undang-undang dasar, memutuskan sesuatu perkara yang berhubungan dengan kehartaan, maupun dengan kejiwaan."

Geogre Bernard Shaw (lahir 26 Juli 2856), pengarang Inggris:

Agama Islam cukup untuk mengobati penyakit kemanusiaan dan orang-orang yang berkemajuan sekarang sudah mulai insaf akan hakekatnya. Berat sangkaku untuk mengatakan, bahwa dua abad lagi kemudian, orang akan Islam semuanya.

JW Goethe (1749-1832), pengarang dan ahli filsafat Jerman:

Bagaimana jua pun saya membaca Alquran itu, tidak habis-habisnya saya bertemu dengan ajaran-ajaran yang menggerakkan saya kepada mendalamkan pengetahuan agama. Susunan kalimatnya sangat molek dan indah, isi dan tujuannya bolehlah menjadi pedoman untuk jalan bahagia, kemuliaan yang tinggi, dan beberapa pelajaran yang menakutkan untuk pekerjaan jahat. Demikian pada pikiran saya kitab Alquran ini akan berjalan terus melalui tiap zaman dan sangat berpengaruh.

IOM Deutsch (1829-1873), ahli ketimuran Jerman:

Saya melihat keajaiban dalam Alquran, satu kitab yang sudah menolong umat Arab dalam membuka dunia, jauh lebih besar dari apa yang telah diperbuat Alexander de Groote, juga lebih besar daripada apa yang telah dicapai oleh Bangsa Rumania. Pengaruh Alquranlah yang menarik bangsa Arab dalam sedikit waktu masuk ke Eropa dan menjadi raja dunia.

Bangsa Arab pernah ke Eropa sebagai tuan dan ahli dagang yang terkenal, yang demikian digerakkan oleh Alquran yang dibawanya ke sana sebagai suluh dalam gelap-gulita. Mereka membawa peradaban, kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan, memberi pelajaran tentang ilmu falsafah, ilmu bintang, kedokteran, ilmu syair, yang kemajuannya pernah berkilau-kilau di Eropa sebagai juga di tanah Timur.

Dengan Alquran itulah bangsa Arab berdiri dan tegak menyiarkan ilmu pengetahuian, dan dengan mengenangkan jasa mereka yang amat mulia itu, kita membuat air mata, tatkala mereka pergi dari Andalusia, ketika Granada terlepas dari tangan mereka.

M de Montaigne (1533-1592), pujanga Prancis:

Kalau kita memandang Islam dengan kacamata pengetahuan yang adil (pandangan umum), meskipun hanya sebagian kecil, maka mengertilah kita bahwa Islam itu agama yang memberi contoh tentang kemajuan, kemerdekaan, keadilan di dalam hidup masyarakat dengan politik yang teratur. Islam itu adalah pokok kemajuan yang amat hebat, yang telah mengibarkan benderanya diua atas mercu Barat dan Timur. Sesudah itu dunia Islam lalu jatuh dan kini telah (mulai) bangun lagi, hendak mengambil panji kemuliaan dan kedudukannya yang telah hilang itu, dan yang demikian itu sudah menjadi tabiat lantaran kitab sucinya Alquran.

GM Rodwell:

Ilmu yang berhubung dengan ketuhanan di dalam Alquran itu sangat dalamnya. Keterangan-keterangan yang ringkas dan jelas penuh berisi dengan hikmah dan pelajaran, yang dapat menunjukkan jalan ke arah yang betul. (Ainul Wafa / okezone)

Sumber : http://warnaislam.com/berita/dunia/2009/8/31/64500/Al-Quran_dimata_Intelektual_Barat.htm

Kamis, 17 Desember 2009

PKL

Pkl (praktek kerja lapangan) adalah salah satu mata kuliah yang sangat bermanfaat bagi siswa perikanan karena siswa yang pkl dapat terjun langsung di lapangan. PKL perlu dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh ilmu secara teori maupun praktek mengenai pembudidayaan ikan dan ilmu pengetahuan lain yang nantinya berguna bagi siswa tersebut dan di harapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya untuk meningkatkan kualitasperikanan dilingkunganya atau masa depannya.

siswa perikanan melakukan PKL ditempat-tempat yang menyelenggarakan kegiatan perikanan, seperti lembaga, instansi, dan dan perusahaan, salah satunya adalah BBAT(Balai benih air tawar) suka bumi memiliki beberapa komoditi diantaranya ikan mas, baung nila.

Kamis, 26 November 2009

TEKNIK PEMIJAHAN LELE DUMBO Sistem Induced Breeding (Kawin Suntik)


Ikan lele dumbo (Clariasgariep nus) telah banyak dikenal orang sebagai ikan peliharaan yang baik, mudah dipelihara dalam kolam dan genangan air biasa. Ikan lele dumbo juga merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki daging yang lezat, mudah dicerna dan bergizi. Selain itu lele dumbo dapat tumbuh dengan cepat dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Pada awal perkembangannya, tahun 1985 sd 1988, lele dumbo merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat mahal harganya, terutama yang berukuran benih. Hal ini disebabkan karena pada waktu itu penyebarannya masih langka. Namun setelah penyebarannya meluas, harganya mulai menurun dan pada akhirnya mencapai kondisi harga normal yang tidak jauh berbeda dengan harga jenis ikan air tawar lainnya.
Dengan kondisi harga normal seperti sekarang ternyata usaha budidaya ikan lele dumbo ini masih menguntungkan, baik untuk tahap usaha pembenihan maupun pembesaran. Oleh karena itu masih layak dan perlu dibudidayakan.
Terlebih-lebih dengan adanya kemudahan dalam pembudidayaannya seperti teknologi yang tidak terlalu sulit, tidak memerlukan lahan yang luas serta tidak memerlukan air yang melimpah.
Kali ini disajikan petunjuk praktis mengenai teknik pemijahan lele dumbo melalui penyuntikan.
PemijahanPemijahan ikan lele dumbo dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :
Secara AlamiPemijahan secara alami adalah pemijahan yang dilakukan di alam terbuka sesuai dengan sifat hidupnya tanpa perlakuan dan bantuan manusia.
Secara Disuntik Dengan Kelenjar HipofisaPenyuntikan dengan kelenjar hipofisa adalah pemijahan yang dilakukan dengan bantuan atau penanganan manusia melalui pemberian kelenjar hormon hipofisa pada recipient (penerima) yang berguna untuk melancarkan proses kematangan gonad, sehingga mempercepat proses jalannya pemijahan ikan tersebut.
Ciri-ciri Induk Lele Dumbo Yang Siap Memijah
1. Induk Jantan
Umur telah mencapai 1 tahun
Warna tubuh agak kemerah-merahan
Alat kelamin tampak jelas meruncing
Tubuh tetap ramping dan gerakannya lebih lincah
2. Induk Betina
Perut tampak besar dan bila diraba terasa lembek
Alat kelamin berwarna kemerahan dan lubangnya agak membesar
Bila diurut kearah anus keluar telur berwarna kekuningan
3. Ciri-ciri Induk Yang Baik
Umur telah mencapai 1 tahun
Ukuran berkisar 300-1000 gram/ekor
Nampak sudah jinak
Badan mengkilat dan gemuk
Tubuh sehat dan tidak cacat
Menyiapkan DonorDonor adalah ikan yang dikorbankan untuk diambil kelenjar hipofisanya untuk diberikan kepada ikan sebaga recipient (penerima donor).
Ikan sebagai ikan donor untuk ikan lele dumbo dapat diberikan ikan sejenis dan dari ikan mas tanpa mempertimbangkan jantan atau betina.
1. Cara Menyiapkan Kelenjar Hipofisa Dari Ikan Lele
Timbang ikan donor seberat induk yang akan disuntik
Potong bagian batas kepalanya
Dari arah bukaan mulut, kepala lele dibelah, bagian atas kepala diambil
Ambil kelenjar dengan menggunakan pinset, lalu digerus/dihancurkan dengan menggunakan alat penggerus sambil ditambah pelarut akuabides 1-2 cc
Ambil dengan menggunakan spuit dan kelenjar siap disuntikkan
2. Cara Menyiapkan Kelenjar Hipofisa Dari Ikan Mas
Timbang ikan donor seberat induk yang akan disuntik
Potong bagian batas kepalanya
Cara Penyuntikan dan Pelepasan Induk
Induk disuntik pada siang atau sore hari
Kelenjar hipofisa yang telah disiapkan , setengah disuntikkan pada induk jantan dan setengahnya lagi pada induk betina
Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik secara mirin 45° sedalam ± 2 cm
Induk yang telah disuntik, dilepas kedalam bak pemijahan
Kemudian bak pemijahan ditutup rapat
Pemijahan akan terjadi pada malam hari, 8-12 jam setelah penyuntikan
Penetasan Telur dan Perawatan Larva
Telur ditetaskan pada bak tembok atau pada bak yang terbuat dari plastik terpal
Telur menetas antara 20-24 jam dari pemijahan
Larva (benih) diberi makanan tambahan pada hari ke-3 setelah menetas berupa kutu air (Daphnia sp.) atau cacing sutera
Selama pemeliharaan usahakan air tetap bersih dan jernih
Selanjutnya benih didederkan di tempat lain

Rabu, 05 Agustus 2009

INI ADLH KISAH CINTA KU"


Seorang pria menyukai seorang wanita.
Sang wanita juga menyukai sang pria.
Mereka mengalami masa-masa indah bersama.
Lewatkan waktu bersama.
Tersenyum bersama.
Tertawa bersama.
Segalanya indah.
Lalu masalah itu datang.
Dan semuanya hancur berantakan.
Langkah mereka menjauh.
Hati mereka hancur.
Perpisahan di ambang pintu.
Sang pria tidak bisa membiarkan sang wanita pergi.
Sang pria terlalu menyayangi sang wanita.
Sang pria tidak ingin kehilangan sang wanita.
Maka ia berusaha menunjukkan ketulusan perasaannya.
Namun semakin ia berusaha.
Semakin ia terjerumus dan tidak bisa keluar.
Terperangkap oleh pasir hisap.Hanya demi mempertahankan hubungan yang memburuk, Anda melakukan semua hal yang akan dilakukan pria manapun di saat seperti itu: melancarkan serangan bertubi-tubi. Sms dan telpon setiap hari, menyatakan perasaan Anda berulang kali, membelikan hadiah-hadiah, memperlakukan dia lebih baik dari sebelumnya bak putri raja, mencoba melucu dan membuat dia tertawa, lebihparah lagi saya bahkan pernah menuliskan puisi-puisi romantis dengan harapan itu semua akan membuatnya berpaling kembali.


aku ga mau cinta kita berakhir sampai di sini......

tak ADA yANG bIsa MEmisahkan kita BERduA .....